domino online

Jejak Muchdi Purwoprandjono : Pendiri Gerindra yang Loyal ke Jokowi

Muchdi Purwoprandjono – Waketum Berkarya, Muchdi Purwoprandjono berubah menjadi pendukung Joko Widodo walau partainya sedang di kubu Prabowo Subianto. Pendiri partai Gerindra tersebut sudah menjadi penyokong Jokowi semenjak Pilpres 2014.

Muchdi PR mulai masuk bidang politik setelah bebas dari permasalahan hukum dalam permasalahan pembunuhan aktivis HAM Munir Said Thalib. Mayjen purnawirawan TNI tersebut ikut menegakkan Partai Gerindra bareng Prabowo, Hashim Djojohadikusumo, Fadli Zon, dan sejumlah orang lainnya.

Di tahun 2011, Muchdi berpisah jalan dengan Prabowo. Ia terbit dari Gerindra dan bergabung dengan PPP. Bahkan Muchdi sempat bakal ikut pemilihan Ketum PPP tetapi terhambat sebab masalah kepengurusan partai yang belum genap lima tahun. Akhirnya Suyadharma Ali yang terpilih sebagai Ketum PPP ketika itu.

Muchdi berubah menjadi sorotan sebab menyatakan dukungannya untuk Jokowi di Pilpres 2014. Padahal PPP di Pilpres 2014 menyokong Prabowo yang berpasangan dengan Hatta Rajasa.

Di Pilpres 2014, Muchdi mendeklarasikan diri menyokong Jokowi-Jusuf Kalla bareng relawan Matahari Indonesia (RMI). Ia muncul sebagai Ketua Umum Tapak Suci Muhammadiyah. Deklarasi itu dihadiri langsung oleh JK. Ketika itu muncul pula senior PAN Soetrisno Bachir, yang partainya pun mengangkat Prabowo-Hatta.

Muchdi tak risau bertolak belakang sikap dengan PPP. Ia menegaskan menyokong Jokowi bukan sebagai kader PPP yang saat tersebut masih dipimpin oleh Suyadharma Ali. “Kan saya belum jadi apa-apa di PPP. Kadernya bebas saja. Saya bukan pengurus PPP kok. Kapasitas saya Muhammadiyah,” kata Muchdi usai acara pernyataan RMI di Gedung Perwari, Jl Menteng Raya, Jakarta, Sabtu (31/5/2014).

Meski menyatakan sebagai kawan, Muchdi sempat ikut menyerang Prabowo di Pilpres 21014. Eks Danjen Kopassus itu sempat menggertak bakal buka-bukaan soal Dewan Kehormatan Perwira (DKP) yang merekomendasikan pemecatan Prabowo sebab kasus penculikan aktivis pada 1998.

Muchdi pernah diperiksa bareng Prabowo dan Kolonel Chairawan oleh DKP yang disusun oleh Pangab Wiranto tahun 2008 silam. Saat Prabowo Subianto direkomendasikan dibebastugaskan dengan hormat dari ABRI, Muchdi PR dan Chairawan dilepaskan dari seluruh tugas dan jabatan struktural di ABRI. Mereka terpapar sanksi sehubungan permasalahan penculikan yang dilaksanakan oleh Tim Mawar antara bulan Februari 1998 hingga Maret 1998.

Setelah menyatakan sokongan kepada Jokowi di Pilpres 2014, nama Muchdi lantas meredup. Ternyata dia sempat masuk di jajaran Partai Nasional Republik sebelum lantas bergabung ke Berkarya.

“Dia kan dulu Wakil Dewan Pembina Partai Nasional Republik. Ini kan yang anda pakai legalitasnya berubah jadi Partai Berkarya, sesudah fusi dengan partai Beringin Karya. Jadi otomatis pengurus-pengurus yang masih aktif di Nasrep, ya jadi pengurus di Berkarya bareng pengurus lainnya yang baru,” kata Ketua DPP Berkarya, Andi Picunang pada Rabu (7/3/2018).

Muchdi pulang mengulang manuvernya di Pilpres 2019. Meski partainya menyokong Prabowo-Sandiaga Uno, Muchdi kembali di antara jajaran jenderal penyokong Jokowi yang sekarang berpasangan dengan KH Ma’ruf Amin.

Dukungan itu ditunjukkan Muchdi PR ketika menghadiri pernyataan dukungan purnawirawan TNI ke Jokowi-Ma’ruf di JIEXPO Kemayoran, Minggu (11/2/2019). Di samping Muchdi, muncul pula sejumah jenderal purnawirawan dalam pernyataan ini, di antaranya Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi, Letjen TNI (Purn) Suaidi Marasabessy, Jenderal (TNI) Subagyo HS dan Laksamana TNI (Purn) Bernard Kent Sondakh.

Muchdi punya dalil sendiri kenapa memutuskan bertolak belakang sikap dengan partainya guna pilihan capre. Menurutnya, Jokowi telah berbuat tidak sedikit selama nyaris 5 tahun memimpin Indonesia. Meski begitu, Muchdi menyatakan tetap berkawan dengan rival Jokowi. Berdasarkan keterangan dari mantan petinggi BIN tersebut Prabowo tak dapat melakukan apa yang dijalankan Jokowi. “Pak Prabowo kan sahabat saya. Jadi saya kira, tersebut mungkin tidak dapat dilakukan oleh Pak Prabowo 5 tahun ke depan,” tuturnya.

Sementara tersebut menurut keterangan dari Berkarya, sokongan Muchdi adalahaspirasi pribadi. Berkarya tak ingin sokongan itu dikaitkan dengan keputusan partai. “Bagi kita tersebut tidak terdapat masalah karena tersebut atas nama individu bukan atas nama parpol,” kata Badaruddin Andi Picunang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *