domino online

Ketum PA 212 Sebut Kasusnya Tak Adil, Polri: Smua Sama di Mata Hukum

Ketum PA 212 – Ketum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Ma’arif menyebut permasalahan hukum sangkaan pidana Pemilu yang menjeratnya sebagai cerminan ketidakadilan penegak hukum. Polri menepis evaluasi Slamet, dengan menegaskan seluruh warga negara sama di mata hukum.

“Kami menjunjung persamaan, sama di mata hukum. Kami pun mengedepankan asas praduga tak bersalah. Warga negara berhak mengucapkan keberatan-keberatannya. Silakan saja (keberatan), asal tetap pada koridor hukum,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, Senin (11/2/2019).

Dedi menyatakan penetapan terduga terhadap Slamet Ma’arif pun didasarkan kajian Sentra Gakkumdu. “Iya dari gakkumdu,” sambung Dedi.

Proses penyidikan permasalahan tindak pidana pemilu Slamet Ma’arif baru hingga pada etape pemanggilan tersangka. Dalam menangani permasalahan ini, penyidik Polres Surakarta terus berkoodinasi dengan Bawaslu.

“Baru etape pemanggilan dan meminta klarifikasi peristiwa tersebut. Tentunya Polri tidak bekerja sendiri namun terus berkoordinasi dengan Bawaslu sebab di situ terdapat Gakkumdu, terdapat Polri, Kejaksaan dan Bawaslu,” cerah dia.

Sebelumnya Slamet Ma’arif, diputuskan tersangka oleh Polres Surakarta, Jawa Tengah. Penetapan tersangka tersebut bersangkutan sangkaan pelanggaran pemilu dalam acara tablig akbar PA 212 Solo Raya pada 13 Januari 2019.

Slamet Ma’arif bakal dipanggil pulang untuk mengekor pemeriksaan pada Rabu (13/2). Kapolresta Surakarta, Kombes Ribut Hari Wibowo, menuliskan telah mengantarkan surat panggilan untuk Slamet Ma’arif.

“Hari Rabu nanti (pemeriksaan). Panggilan telah kita kirimkan untuk Ustaz Slamet Ma’arif untuk dilaksanakan pemeriksaan,” kata Ribut untuk wartawan di Mapolresta Surakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *