Berita 1945

Berita Digital Terbaru Update Setiap Hari

domino online

Krisis Global Mereda, Harga Emas Antam Justru Melemah

Emas Antam – Harga emas logam mulia acuan yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) naik Rp 3.030 menjadi Rp 626.480 per gram, dari sebelumnya Rp 629.510 per gram.

Berdasarkan harga Logam Mulia di gerai Jakarta Gedung Antam di situs logammulia hari ini (5/11/18), harga tiap gram emas Antam ukuran 100 gram melemah menjadi Rp 62,64 juta dari harga kemarin Rp 62,95 juta per batang.

domino online

Emas Antam kepingan 100 gram lumrah dijadikan acuan transaksi emas secara umum, tidak hanya emas Antam. Harga emas Antam di gerai penjualan lain bisa berbeda.

Di sisi lain, harga beli kembali (buyback) emas Antam hari ini ditetapkan pada Rp 597.000 per gram, turun dari posisi pekan lalu Rp 600.000 per gram. Harga itu menunjukkan harga beli yang harus dibayar Antam jika pemilik batang emas bersertifikat ingin menjual kembali investasi tersebut.

Untuk jenis lain, Antam juga menawarkan emas batik dan emas tematik serta menampilkan harga hariannya di situs yang sama.

Di sisi lain, Antam juga menjual emas batangan dengan dasar ukuran mulai 1 gram hingga 500 gram di berbagai gerai yang tersedia di berbagai kota, dari Medan hingga Makassar.

Harga dan ketersediaan emas di tiap gerai bisa berbeda. Harga emas tersebut sudah termasuk PPh 22 0,9%. Masyarakat bisa menyertakan NPWP untuk memperoleh potongan pajak lebih rendah yaitu 0,45%.

Turunnya harga emas ukuran kecil itu mengindikasikan risiko yang melemah akhir pekan lalu.

Beberapa faktor yang memengaruhi harga emas adalah nilai tukar rupiah, penawaran-permintaan, permintaan industri emas, isu global, tingkat inflasi, dan tingkat suku bunga.

Penguatan harga emas Antam biasanya mencerminkan kecenderungan masyarakat untuk memburu emas ritel ketika kondisi tidak kondusif, sehingga mencerminkan fungsi logam mulia sebagai instrumen yang dinilai lebih aman (safe haven) untuk masyarakat di dalam negeri.

Saat ini, kondisi pasar keuangan dan investasi domestik masih cukup kondusif, terutama ketika pasar obligasi masih menguat. Penguatan harga obligasi terkait dengan drama perang dagang AS-China yang mereda.

Pasar obligasi masih menguat, yang tercermin dari penurunan tingkat imbal hasil (yield) seri acuan 10 tahun sebesar 5,9 basis poin (bps) menjadi 8,32%.

Pasar spot valas menunjukkan pelemahan rupiah hingga -0,2% menjadi Rp 15.980. per dolar, yang tidak serupa dengan posisi dolar AS yang justru melemah secara global.

Di tingkat global, posisi greenback yang dicerminkan oleh posisi Dollar Index turun 0,3% menjadi 96,510. Untuk surat berharga, pasar saham masih menunjukkan koreksi selepas pengumuman data pertumbuhan ekonomi siang ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah -0,15% menjadi 5.897.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita 1945 © 2017 Frontier Theme
error: Content is protected !!