domino online

Pertemuan Trump-Jinping Dibatalkan, Saham di Wall Street Terkoreksi

Trump-Jinping – Bursa saham di Wall Street ingin dibuka melemah pada perniagaan hari ini, Kamis 14/3/2019. Indeks Dow Jones dan S&P 500 turun setiap sebesar 0,04% dan 0,02%, sedangkan indeks Nasdaq Composite menguat 0,02%.

Perkembangan perang dagang AS-China yang tidak menggembirakan mendorong aksi jual di bursa saham Negeri Paman Sam. Tiga orang sumber menuliskan bahwa pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping batal dilaksanakan akhir bulan ini, seperti dikutip dari Bloomberg.

Berdasarkan keterangan dari salah seorang dari sumber tersebut, bila jadi dilangsungkan pun, pertemuan antara Trump dan Xi baru bakal terjadi pada akhir bulan April.

Mundurnya pertemuan antara Trump dan Xi tersebut menunjukkan bahwa negosiasi dagang kedua negara berlangsung dengan alot.

Memang, Kepala Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer belum lama ini menuliskan bahwa isu-isu krusial belum dapat dipecahkan. Salah satu isu krusial yang dimaksud ialah bersangkutan dengan perlindungan hak kekayaan intelektual.

Jika kedua negara tak kunjung menjangkau kesepakatan, maka perang dagang antar keduanya malah akan tereskalasi. Balas menjawab bea masuk bakal semakin parah dan dijamin semakin mengurangi laju perekonomian masing-masing.

Lebih lanjut, pelemahan Wall Street juga dirangsang oleh rilis data ekonomi yang mengecewakan. Klaim tunjangan pengangguran guna minggu yang selesai pada 9 Maret diberitahukan sejumlah 229.000, di atas konsensus yang sebanyak 225.000, seperti dikutip dari Forex Factory.

Di sisi lain, sentimen positif untuk Wall Street datang dari pertumbuhan bersangkutan proses Brexit yang kondusif.

Kemarin (13/3/2019) masa-masa setempat, parlemen Inggris menampik opsi No-Deal Brexit. Dalam pengambilan suara, sejumlah 321 anggota parlemen menampik opsi perpisahan secara kasar tersebut, sementara sejumlah 278 menyerahkan dukungannya.

Sebelumnya, Bank of England yang adalahbank sentral Inggris sudah memperingatkan bahwa No-Deal Brexit dapat mengakibatkan resesi.

Sebagai informasi, resesi adalahpenurunan kegiatan ekonomi yang paling signifikan yang dilangsungkan selama lebih dari sejumlah bulan, seperti dikutip dari Investopedia. Sebuah perekonomian dapat dikatakan merasakan resesi andai pertumbuhan ekonominya negatif sekitar dua kuartal berturut-turut.

Pada hari ini masa-masa setempat, parlemen Inggris bakal kembali mengerjakan pemungutan suara untuk pilihan memundurkan tanggal sah Brexit yang ketika ini dijadwalkan pada 29 Maret.

Melalui suatu cuitan di Twitter, Presiden Dewan Eropa Donald Tusk menuliskan bahwa dirinya bakal meminta untuk 27 negara anggota Uni Eropa lainnya guna membuka pintu guna perpanjangan masa-masa yang lama untuk Inggris.

“Dalam trafik saya menjelang EUCO (European Convention), saya bakal meminta untuk 27 negara Uni Eropa guna membuka diri terhadap perpanjangan yang lama andai Inggris merasa perlu guna memikirkan pulang strategi Brexit-nya dan membuat konsensus,” papar Tusk melewati akun @eucopresident.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *